Penjualan secara ritel adalah aktivitas bisnis yang menambah nilai bagi produk dan jasa yang dijual secara langsung pada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi atau keluarga. Kotler juga menyatakan bahwa usaha eceran (retailing) meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi atau bukan bisnis.
Kotler mendefinisikan peritel atau pengecer sebagai usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan eceran. Ritel yang fokus pada penjualan barang sehari-hari secara garis besar terbagi dua, yaitu ritel tradisional dan ritel modern. Pengertian ritel tradisional adalah ritel yang sederhana, tempatnya tidak begitu luas, barang yang dijual tidak begitu banyak jenisnya, sistem manajemen masih sederhana, tidak menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar menawar harga dengan penjual. Sedangkan ritel modern adalah sebaliknya, menawarkan tempat yang luas, barang yang dijual banyak jenisnya, sistem manajemen terkelola dengan baik menawarkan kenyamanan berbelanja, harga sudah tetap (fixed) dan adanya sistem swalayan.
Dapat disimpulkan bahwa letak perbedaan ritel tradisional dan modern adalah dalam luas luas toko, lini produk, bentuk kepemilikan, penggunaan fasilitas dan juga sistem manajemen yang berlaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kapitalisme Digital dan Relevansi Pemikiran Marx Pendahuluan Kita mengenal Marx sebagai tokoh sosialis. Dalam bukunya Das Capital, Mar...
-
Penelitian tentang private label telah menjadi daya tarik yang substansial terhadap para peneliti dibidang pemasaran selama hampir tiga deka...
-
Definisi Komunitas menurut wikipedia adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketert...
-
perkembangan industri ritel menyebabkan perkembangan private label menjadi fenomena tersendiri sehingga Penelitian tentang private label t...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar